Kamis, 21 Agustus 2008

Aku ‘Obat Awet Muda’ Tante Erni

Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 3 SMP, yah aku perkirakan umur akuwaktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnyabegitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yangenak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temennyokap Aku yang namanya Tante Erni (biasa kupanggil dia begitu) orangnyacantik banget, langsing dan juga awet muda bikin aku bergetar.
Tante Erni ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah TanteErni ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungansaudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu sukangumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminyasendiri. Nah Tante Erni inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah anakmasih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).
Biasanya Tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster ataukadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanyakalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya jugaaku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entahsengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itutuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagideh hmm.
Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa ngerti,tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalaulagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalaududuk nya Tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan(wuih aku suka banget nih). Pernah aku hampir ketahuan pas lagi ngelirikwah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisangomong sampai panas dingin tapi Tante Erni malah diam saja malah diatambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aku sudah mulai suka samatuh Tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya pahasama celana dalem tuh Tante.
Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep divilla. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak Akupasti Tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambilbakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasaribu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, pas waktuitu Tante Erni mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante Erni diketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villaenggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deketpojokan taman.
Lalu Tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku sihmau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Erni, sesampainya Akudi dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Ernin ngsajak masuknemenin dia soalnya katanya dia takut.
“Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggakusah di tutup, Tante takut nih”, kata Tante Erni sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celanadalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga.“Serr.. rr.. serr.. psstt”, kalau enggak salah gitu deh bunyinya.Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Erni kencing, dalam hatiku,kalau saja Tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm.Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Erni.
“Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet” kata Tante Erni.“Ah enggak apa-apa Tante”, jawabku.“Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawahterus sih?”, tanya Tante Erni.“Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kayaapa sih bentuk itunya cewek?” tanyaku.
Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
“Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yahnanti Tante enggak enak sama Mamamu”, kata Tante Erni.
Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arahvaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali iniAku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Erni membiarkankumemegang-megang vaginanya.
“Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kitangapain lagi”.“Iyah Tante”, jawabku.
Lalu Tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kamigabung lagi sama ibu-ibu yang lain.
Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai akupanas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampaisore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karenabadanku enggak enak.
“Lex, kamu enggak ikut?” tanya mamiku.“Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kuemochi saja yah Mah” kataku.“Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi” kata Mami.“Erni, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu adapesenan yang mau di beli biar sini aku beliin” kata Mami pada Tante Erni.“Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah,aku mau bawa itu buat pulang besok” kata Tante Erni.
Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Erni berduasaja di villa, Tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin buburbuat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.
“Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?” tanya Tante Erni sambilnyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.“Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nihyang di rasa” kataku.
Tante Erni begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya yangsudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.
“Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?” kelakar Tante Erni padaku.Aku pun bingung, “Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kitahanya satu?” jawabku polos.“Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman” kataTante Erni sambil memegang si kecilku.“Ah Tante bisa saja” kataku.“Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah” aku hanya diam saja.
Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Erni, pada waktudia ingin membuka celanaku, kubilang, “Tante enggak usah deh Tante biarAlex saja yang ngelap, kan malu sama Tante”“Enggak apa-apa, tanggung kok” kata Tante Erni sambil menurunkancelanaku dan CDku.
Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.“Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah”“Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya” kataku polos.“Iyah kamu tenang saja yah” kata Tante Erni.
Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan saatitu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pastisampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yangseperti ini.
“Achh.. cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tangankumemegang vagina Tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek danCD tapi Tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masihmelakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing.
“Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih” kataku.“Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok” kataTante Erni.
Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante Ernikarena Tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diamkarena merasakan enaknya.
“Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener ” kataku sambil meremasvagina Tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku punmengejang keras.“Croott.. ser.. err.. srett..” muncratlah air maniku dalam mulut TanteErni, Tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambilmenjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Erni berdenyut kencangsampai-sampai aku merasakan celana Tante Erni lembab dan agak basah.“Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?” kata Tante Erni.“Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnyaTante..”“Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangilagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?”“Enggak Tante”
Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Erni.
“Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih”. Aku jadi salah tingkah“Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti” katanya padaku.“Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi” pintaku pada Tante Erni.Tante Erni pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam TanteErni basah entah kenapa.“Tante kencing yah?” tanyaku.“Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tantebasah”.
Dilepaskannya pula celana dalam Tante Erni dan mengelap vaginanya denganhandukku. Lalu Tante Erni duduk di sampingku
“Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap” katanya. Akupunmulai memegang vagina Tante Erni dengan tangan yang agak gemetar, TanteErni hanya ketawa kecil.“Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih” kata Tante Erni.Dia mulai memegang penisku lagi, “Lex Tante mau itu nih”.“Mau apa Tante?”“Itu tuh”, aku bingung atas permintaan Tante Erni.“Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?”“Tapi Alex enggak bisa Tante caranya”“Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah” kata Tante Ernipadaku.
Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku jugaenggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Erni yang ditumbuhi bulu halus.
“Lex jilatin donk punya Tante yah” katanya.“Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi”“Coba saja Lex”
Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Erni di atasdan tanpa pikir panjang Tante Erni pun mulai mengulum penisku.
“Achh.. hgghhghh.. Tante”
Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante Ernitidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunyavagina Tante Erni seperti wangi daun pandan (asli aku juga bingung kokbisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Erni sambil tangankumelepaskan kaus u can see Tante Erni dan juga melepaskan kaitan BH-nya,kini kami sama-sama telanjang bulat.
Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudianTante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung menciumbibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
“Kamu tahu enggak mandi kucing Lex” kata Tante Erni.
Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Erni pun langsung menjilatileherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannyaberlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku,terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebatkarena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatanyang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpamengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terussampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku merasakananusku basah.
Kulihat payudara Tante Erni mengeras, Tante Erni menjilati sampai kebetisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocokpenisku, tanganku pun meremas payudara Tante Erni. Entah mengapa akujadi ingin menjilati vagina Tante Erni, langsung Tante Erni kubaringkandan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Erni seperti menjilati eskrim.
“Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isepjilatin Lex” kata Tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol diatas bibir vaginanya.
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yangkeluar dari vagina Tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku.
“Lex masukin donk Tante enggak tahan nih”“Tante gimana caranya?”
Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku danlangsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turunseperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengahjam kami bergumul dan Tante Erni pun mengejang hebat.
“Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante Erni.
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakanada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Erni. Hmmsungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Ernimungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Erni sudahorgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Erni tidak mencabutpenisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.
“Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya” pinta Tante Erni padaku.
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Ernipunlangsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
“Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg..” kataku dan tak lama akupun merasakan hal yang seperti tadi lagi.“Tante Alex kayanya mau kencing niih”
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengketdengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lamamenyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yangpertama Tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala peniskuuntuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertaikenikmatan yang alang kepalang.
Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dankami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Ernimenungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atasarahan Tante Erni yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Erni, setelahitu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante Erni disampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Erni.Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya ataspermintaan Tante Erni, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi,dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.
“Lex kamu sudah baikan?” tanya Mamiku.“Sudah mam, aku sudah seger n fit nih” kataku.“Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat” tanyaMami sama Tante Erni.“Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obatanti panas” kata Tante Erni.
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di sampingTante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani Ibu Hermandi depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang barangnyaTante Erni.
Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Erni bilarumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Erni. Sekali waktuaku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Ernisudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suamiTante Erni ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya kini akubingung akan status anak Tante Erni.
Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante Ernibahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernahjuga aku menemani seorang kenalan Tante Erni yang nasibnya sama sepertiTante Erni, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun muda buatobat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.

Tidak ada komentar: