Kamis, 21 Agustus 2008

Ohhh… Lindaku Sayang..

Kisah ini terjadi pada awal akhir tahun 2003 tepatnya bulan bulandesember. Aku seorang pria berwajah biasa dengan tinggi 171 dan berat 50kg, termasuk kurus bodyku dan kulitku sawo matang khas jawa dan umurku25 tahun. Aku sebenernya baru tinggal di Surabaya karena aku orangnyakerasan banget di kamar jadi di Surabaya aku agak kurang pergaulan aliaskuper terhadap cewek-cewek di Surabaya.
Suatu hari ketika aku chatting di kamar, tiba-tiba menyapa seorang cewek(umur 41 tahun) dan selanjutkan kami kenalan ternyata namanya Linda,kami chatting sampai 3 jam lamanya dan aku sangat suka dengan type cewekini karena dia sangat terbuka masalah sex.
Setelah selesai chatting dan kami bertukar nomer handphone, tiba-tibamalamnya HPku berbunyi, ternyata Linda yang SMS aku. Dia bilang bolehtelpon aku atau tidak, jadi kujawab aja boleh. Kemudain tak lamakemudian dia telepon. Setelah ngobrol-ngobrol banyak dia mengaku bahwadia berasal dari bandung dan dia ternyata masih single karena traumadengan pacarnya dulu. Karena sifat dia yang terbuka maka kami cepatakrab dan ngobrol banyak hal tertama tentang sex.
Kubilang kalau aku orangnya agak hypersex dia malah jadi penasaran daningin mencoba karena cowoknya dulu hanya tahan sebentar karena hanyamementingkan dirinya sendiri dan tidak mementingkan kepuasanpasangannya. Dan aku bilang padanya kalau aku belum bisa orgasme kalaupasanganku belum keluar minimal 3 kali (3 kali orgasme).
“Wah hebat donk kalau gitu” kata Linda di telpon.“Ah biasa aja” jawabku santai karena ku anggap itu hal yang lumrah.“Seandainya aku punya cowok kayak kamu betapa bahagianya aku” kata Lindalagi.“Aku mau kok jadi cowok kamu” kataku nekad.“Kamu kan baru umur 25 tahun sedangkan aku sudah 41 tahun, kamu mana mauama cewek setua aku, kan kamu bias cari cewek yang sebaya sama kamu”kata Linda.“Kurang enak she kalau ama cewek yang sebaya atau lebih muda dari aku,soalnya aku paling suka cewek yang jauh lebih tua dibanding aku,biasanya cewek yang jauh lebih tua dari aku yang bias ngimbangi nafsusex ku yang kuat ini” jawabku.“Jadi kamu mau jadi pacarku” kata Linda setengah tidak percaya.“Swear. Aku senang banget jika kamu mau jadi pacarku” jawabku yakin.“Tapi jarak kita kan jauh, kamu di surabaya sedangkan aku di bandung.Jadi kita jarang ketemu donk” kata Linda.“Masalah jarak kan enggak masalah kan kita bisa gantian datang ke kotamasing-masing. Siapa yang bisa lah” kataku.“Wah.. kalau gitu kamu kesini donk”kata Linda penuh harap.“Kalau sekarang enggak bisa deh.. Soalnya aku lagi bokek berat neh..kalau kamu mau datang aja ke Surabaya sekaligus lihat-lihat kotaSurabaya” kataku setangah membujuk.
Setelah dibujuk-bujuk dan omong-omong ternyata dia mau ke Surabaya besokpagi dan minta di jemput di airport. Setelah janjian kemudain dia tutuptelponnya karena sudah tengah malam dan dia harus bangun pagi besok.
Paginya kira-kira pukul 08:00 aku sudah menunggu Linda di airport.Setelah diumumkan bahwa pesawat merpati dari bandung telah tiba, makaaku siap-siap di lokasi kedatangan. Tiba-tiba HP ku berbunyi, ternyataLinda yang telepon.
“Kamu yang mana don” tanya Linda.“Aku yang pake baju item dan pake kacamata” jawabku.“Aku pake baju biru muda, aku sudah lihat kamu, nampak nggak akumelambai” kata Linda.
Kulihat seorang wanita berbaju biru muda melambaikan tangan kepadaku,dan aku menghampirinya. Aku kaget banget, ternyata dia cewek Chinese dandari wajahnya kayak baru umur 35 tahunan, bodynya ramping, kulitnyaputih halus, rambutnya sebahu dan kuperhatiin dadanya, ternyata diapunya payudara kecil, menurut perkiraanku ukuran payudaranya 34A. Tapidia seorang wanita yang sangat menarik dan orang tak akan menyagka kalaudia sudah berumur 41 tahun. Pasti orang mengira dia berumur 35-an tahun.
Setelah naik taxi dan ngobrol juga saling memperhatikan kami serasasudah kenal berbulan-bulan mungkin karena dia pandai berbicara (diakerja sebagai marketing salah satu perusahaan ansuransi di bandung).Setelah sampai hotel “IP” didaerah Ngagel dan pesan kamar, kami langsungmasuk kamar. Ketika dia menyusun pakaiannya ke dalam lemari, kupelukdari belakang dan kucium tengkuknya yang putih halus. Linda mengelinjangkegelian.
“Jangan don, geli neh” kata Linda.“Kan geli-geli enak” jawabku sambil memutar tubuh Linda sehingga kamiberhadapan.
Dengan agak membungkuk kucium jidatnya (dia tingginya 155/45), Lindamemejamkan matanya sambil menikmati ciumanku. Kemudian kucium bibirnyayang tipis dan sexy, dia mendesah dan membalas ciumanku dan ternyata diasangat ahli dan hal ciuman. Lidahnya bermain dimulutku dan kontan sajaMr. P ku yang dari tadi sudah keras jadi makin mengeras.
Kemudian kugendong tubuhnya dan kubaringkan di kasur perlahan-lahan.Lalu kucium lehernya yang jenjang dan putih mulus dan tangankupun mulaimerayap ke arah dadanya, Linda mengerang perlahan menahan rangsanganyang sudah ditahannya selama bertahun-tahun. Kemudian kujilati kupingnyayang mungil dan bersih, Linda menjerit agak keras karena ternyata letakrangsangan paling hebat yang dirasakannya saat di jilatin kupingnya.Tanganku perlahan membuka bajunya dan nampaklah tubuhnya yang putihmulus dan terpampang sepasang apel yang mungil di balut dengan Bra pink.
“Gilaa!! Tubuhnya seperti tubuh gadis berumur 20 tahunan” pikirku.
Lalu kujilati seluruh leherdan kuping dan turun kebawah sambil tangankumeremas-remas lebut payudaranya yang masih dibalut dengan bra pinktersebut. Kemudian kulepas bra Linda dan Linda mulai berani membukakaosku. Wah, benar-benar luar biasa indahnya tubuh Linda, putih mulusdan kencang, ternyata dia benar-benar merawat tubuhnya dengan baik.Kujilat puting susunya yang sebelah kanan sambil tangan kirikumengelus-elus susunya yang kiri.
“Oughh, Don, hisap sayang” kata Linda sambil menggelinjang-gelinjangkeenakan.“Sabar sayang” jawabku.
Kemudian ku hisap puting susunya yang kanan dan tangan kirikumemuntir-muntir puting yang satunya. Linda menggeliat-geliat sambiltangannya mencengkeram punggungku dan mulutnya menjerit-jerit perlahan.
“Uhh enak banget Don.. Kamu hebat sayang. Hisap terus sayang.. yangkuat” ceracau Linda didalam rangsangannya
Kemudian setelah puas dengan puting yang kanan, mulutku ganti memainkanputing yang sebelah kiri, menghisap, menjilat, dan menggigit-gigit kecilputingnya sambil tanganku membuka kancing celananya. Ternyata Lindanggak mau kalah, dia berusaha membuka celanaku juga. Terpaksa kuhentikankegiatan mulutku. Dan kemudian kubuka celanannya dan membuka celanakusendiri.
Woowww.. Terpampang dihadapanku sepasang paha putih mulus yang disela-sela paha tersebut terdapat gundukan bukit kecil yang masihtertutup celana dalamnya yang berwarna pink juga seperti warna BH dia.Nampak bulu-bulu hitam halus membayang dibalik celana dalamnya yangberwarna pink. Kemudian kubuka celana dalamnya, terpampanglah sebuahbukit kecil yang ditumbuhi dengan hutan yang tak begitu lebat. Indah
Kemudian kudekatkan mukaku ke sela paha Linda, tercium bau harus khasvagina sangat merangsang. Kubuka belahan vaginanya perlahan dengan keduabelah jariku. Nampak sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Bukitkecil dengan warna serba pink hamper sewarna dengan warna celana dalamdan branya. Kemudian kujilat clitsnya hingga Linda terlonjak dankemudian menjerit-jerit keenakan. Dan kumasukan lidahku ke lubangvaginanya yang masih sangat sempit itu, tak peduli dengan jeritan Lindayang keras mungkin terdengar sampai depan pintu kamar hotel seandainyaada orang disana, kuhisap lubang vaginanya yang sudah banjir dengan airmaninya karena Linda sudah orgasme sebanyak 2 kali selama pemanasan ini,Linda kemudian menagang dan menyemprotlah air mani bak air mancurkemulutku, banjirlah mulutku dengan air mani Linda yang histeris itu dankutelan air maninya semua dan kujilat seluruh vaginanya hingga kering.
“Enak banget air mani kamu Linda” kataku.“Ayo don.. Jangan siksa aku, masukkan punyamu” kata Linda merengek.“Bentar donk, ini kan belum apa-apa sayang” kataku.
Tapi tangan Linda kemudian menarik celana dalamku hingga lepas. Mencuatkeluarlah Mr. P ku yang emang sejak tadi tegang. Mendelik mata Lindamelihat acungan mr P ku yang sudah tegang 100%.
“Oww!! Besar banget Don, mana muat masuk ke lubang vaginaku” seru Linda.
Emang pennisku ukurannya lumayan besar, panjang penniesku 17 cm dandiameter sekitar 4 cm.
“Tenang aja.. Pasti bisa masuk kok” kataku cuek.
Tangan Linda menggapai pennisku dan mengocok2nya pennisku dengansemangat dan aku kemudian melanjutkan kegiatanku di seputar dada dia dantanganku bermain di di vagina Linda. Linda kemudian mendekatkan mulutnyake pennisku dan menjilatinya. Tapi kularang, karena aku memang sukamengoral vagina cewek tapi aku kurang suka di oral pennisku karenapacarku yang dulu paling enggak suka mengoral penis.
“Enggak usah di jilatin deh rudalku itu lin” kataku.“Kamu enggak suka ya” tanya Linda.“Kurang suka she, soalnya aku bersifat memuaskan cewek bukan memuaskandiriku sendiri” jawabku.“Kayak gigolo aja” kata linda sambil ketawa.
Aku Cuma tersenyum dan kemudian melanjutkan kegiatan mulutku yangmenjilati seluruh tubuh Linda dan tangankupun gencar meremas susunya danbergerilya di sekitar pahanya. Linda menggeliat-geliat menikmati seluruhkegiatanku dan mulutnya menjerit-jerit keras sambil tangannyamenjambak-jambak rambutku. Setelah hamper 35 menit melakukan pemanasan,Linda menarik tubuhku ke dalam pelukannya.
“Don masukan donk.. Jangan siksa aku kayak gini, please, please honey..”kata Linda memohon.
Aku mengangguk kepala sambil mengarahkan rudalku ke lubang vagina linda,kemudian kugesek-gesekan kepala rudalku ke vagina Linda. Lindamendesah-desah dan dia mengangkat pantatnya supaya rudalku masuk kevagina diatapi karena lubang vagina Linda sangat sempit mungkin karenalama nggak dipake main dan juga vagina Linda berukuran mungil hinggayang masuk hanya kepala rudalku. Lalu kutekan rudalku ke dalam lubangvagina Linda tapi ternyata enggak bisa masuk juga, kupaksakan rudalkumasuk ke lubang vagina Linda hingga masuk rudalku setengah dan Lindamenjerit kesakitan.
“Sorry, sayang. Habis susah banget masuk ke lubang vagina kamu sih, kamumasih perawan ya” tanyaku.“Nggak. Aku dulu sering main juga jadi enggak mungkin aku masih perawan.Kontol kamu aja yang kegedean hingga susah masuk ke vaginaku” kata Linda.
Kukeluar masukan rudalku yang baru masuk setengah supaya licin dan bisamasuk ke vagina Linda dengan mulus. Linda menggoyang-goyangkan pantatnyasambil mendesah-desah keenakan, kemudian kutekan rudalku ke dalam vaginaLinda hingga masuk semua rudalku ke dalam lubang vaginanya.
“Aduh sakit Don” jerit Linda.
Kudiamkan rudalku yang tertancap penuh di lubang vagina Linda sambiltanganku meremas-remas pantatnya dan mulutku menjilati leher dantelinganya untuk menetralisir rasa sakit Linda akibat masuknya rudalkuke lubang vaginanya. Linda mulai melupakan rasa sakit di vaginanya dandia menggelinjang-gelinjang kenikmatan merasakan rangsangan akibatpermainan lidahku dan gigitan-gigitan kecilku di kupingnya serta remasandi pantatnya yang montok.
Setelah kulihat Linda menikmati jilatan dan remasanku sampai matanyamendelik-ndelik akibat menahan nikmatnya rangsanganku dan mulutnya jugasudah mulai berteriak-teriak histeris baru kukeluar masukan rudalkuperlahan-lahan supaya Linda tidak merasakan kesakitan akibat keluarmasuknya rudalku yang ukurannya over karena ukuran vagina dia mungil.
“Oughh yes. Terus Don. Lebih cepat Don. Oughh nikmat” kata Lindadiantara jeritan kenikmatan dia.“Kamu hebat Don. Lebih cepat.. Aku mau keluar neh” kata Linda lagi.
Kemudian kukeluar masukan rudalku didalam vagina Linda dan kurasakan adategangan didalam vagina Linda sehingga lubang vagina Linda semakinsempit. Seolah-olah rudalku dipijit-pijit oleh sesuatu yang hangatdidalam vaginanya. Semakin kupercepat kocokan rudalku didalam vaginaLinda hingga kurasakan tubuh Linda menegang kaku dan tangannya mencakarpunggungku hingga agak pedih tapi aku nggak peduli dengan pedihtersebut, kuperhatikan mata Linda mendelik dan mulutnya menjerit-jeritmengucapkan kata-kata yang enggak jelas. Kemudian kutekan rudalkudalam-dalam hingga menyentuh dasar rahim Linda dan kudiamkan.
“Aarrgg” jerit Linda kemudian tubuhnya lemas dan mata terpejam.
Kemudian ku peluk tubuhnya yang mungil memberi kesempatan diaberistirahat dulu tanta mencabut rudalku didalam vaginanya. Setelahkupikir dia sudah cukup puas menikmati istirahatnya baru kemudian tangandan lidahku beraksi untuk merangsang nafsu Linda lagi. Nampaknya nafsuLinda sudah terbangkit lagi, nampak dari gerakan tubuhnya dan mulutnyasudah mulai mendesah-desah keenakan.
Kemudian mendadak kucabut rudalku dari lubang vaginanya, dan Lindanampak kecewa tapi aku enggak perduli dan kubalikan tubuh Linda dankusuruh nungging. Lalu kumasukan rudalku ke lubang vagina Linda dariarah belakang (doggy style). Kuhentakan rudalku dan kemudian masukseluruh rudalku ke dalam vagina Linda sampai tubuh Linda tersentak danmulutnya bunyi “ngekk!!”
“Aduh Don, nikmat banget” rintih Linda.
Kukeluar masukan rudalku dengan cepat dan tanganku meremas-remas keduasusu Linda dari belakang karena posisiku sambil memeluk punggung Linda.Tangan Linda mencakar-cakar kasur dan mulutnya menjerit-jerit keras.
“Don.. Aku mau keluar lagi” kata Linda.“Keluarin aja sayang” jawabku.
Kupercepat kocokan rudalku dan tiba-tiba tubuh Linda menegang danmulutnya menjerit keras, kurasakan ada cairan hangat menyiram kepalarudalku dari dalam lubang vagina Linda. Linda mengalami orgasmenya yangke lima kali. Kudiamkan rudalku didalam vagina Linda selama dua menitkemudian kukocok lagi perlahan-lahan dan kemudian cepat, Linda ternyatanafsunya sangat kuat juga kemudian dia minta aku berhenti dan mencabutrudalku dari dalam lubang vaginanya. Kemudian aku disuruh terlentang dandia mengangkangiku dan memasukan rudalku ke dalam vaginanya dari atas.
Kemudian dia menggoyang-goyang pantantnya dan terkadang dia agakmemutar-mutar tubuhnya hinggan terasa sentuhan-sentuhan dinding rahimnyadi kepala rudalku. Nampaknya Linda mau keluar lagi hingga diamempercepat goyangan pantatnya dan akupun meremas-remas pantatnya untukmenambah kenikmatannya dalam mencapai orgasme keenamnya.
Terasa tubuh Linda menegang dan kurasakan cairan hangat menyiram rudalkukulihat air maninya menetes kebawah karena lubang vaginanya nggak muatmenampung air maninya. Kemudian tanpa mencabut rudalku dari dalamvaginanya kurebahkan tubuh Linda disampingku dan kurubah posisikukembali diatasnya. Kupeluk Linda dari atas.
Setelah orgasme ke 11 kalinya Linda nampak sangat lemas dan aku merasakasihan melihat dia kecapean. Terbayang diwajahnya dia begitu lelah.
“Don, kok kamu belum keluar juga sayang. Keluarin donk. Please.. Akusudah nggak kuat neh. Badanku sudah lemes banget dan vaginaku sudahterasa linu. Tolong donk sayang, aku nggak mau hanya aku yang merasapuas” kata Linda sambil memohon kepadaku“Oke deh. Aku emang bentar lagi keluar kok. Aku juga sudah capek nih”jawabku.
Kemudian Linda menggoyang-goyang pantatnya perlahan. Dan aku mulaimenggerakan rudalku keluar masuk lubang vagina Linda sehingga Lindadengan sisa-sisa tenaganya yang sudah terkuran di sebelas kilmaxnya itumulai menggerak-gerakan tubuhnya dan mencengkeram punggungku dengankeras dan mulutnya mendesah-desah tidak berteriak-teriak kayaksebelumnya mungkin karena tenaganya sudah terkuras habis.
“Don, aku mau keluar lagi nih, keluar bareng yukk” kata Linda memelas.“Iya.. Aku juga sudah mau keluar neh sayang” jawabku sambilmengocok-ngockkan rudalku dengan cepat ke lubang vaginanya.
Kurasakan lubang vagina Linda mulai menyempit kembali dan kurasakan adasesuatu yang mengalir dari dalam tubuhku menuju rudalku dan kemudianhentakkan rudalku ke dalam lubang vagina Linda hingga menyentuh dindingrahim Linda. Bagai banjir keluarlah air maniku dan muncrat ke dalamlubang rahim Linda.
“Aaargg” jerit Linda.
Nampaknya Linda juga orgasme dan kami bareng menumpahkan air mani kami.Dan tubuh Linda mulai melemas. Lalu kupeluk tubuh Linda yang mungil dankucium jidatnya. Kemudian kucabut rudalku dari lubang vagina Linda,Linda memejamkan mata menikmati gesekan kulit pada liang vaginanyaakibat kucabut rudalku dari dalam liang vaginanya.
Kemudian aku berbaring disamping Linda dan kupeluk tubuhnya yang basahdengan keringat itu.
“Kamu puas enggak sayang,” tanya Linda kepadaku.“Puas banget, vaginamu sangat enak dan aku baru sekali ini menemuivagina yang enak seperti ini hingga membuat aku puas banget” kataku jujur.“Tapi aku enggak kuat lagi kalau nanti kamu minta main lagi, mungkinbesok baru aku bisa soalnya vaginaku linu mungkin karena kamu mainterlalu lama dan kontolmu kegedean” katanya.“Nggak apa-apa.. Kita tidur aja dan besok kita lanjutkan lagi” jawabkusambil mencium pipinya.
Linda kemudian memelukku dengan erat. Kulihat matanya mulai terpejam dantak lama kemudian dia tertidur pulas didalam pelukanku. Dan akupun mulaimerasakan capeknya tubuhku dan tak lama kemudian aku tertidur pulas.Kami melakukan itu selama 3 hari 3 malam karena kami harus kerja dan diakemudian pulang ke Bandung dan kami ketemu sebulan dua kali. Gantiansiapa yang mengunjungi.
*****
Demikianlah kisahku dengan Linda, masih ada beberapa kisah lagi dengancewek lain yaitu dengan SPG salah satu perusahaan rokok di Surabaya, danwanita simpanan salah satu pejabat dan juga ada beberapa lagi istripejabat (ini yang paling heboh).Jika ada diantara anda seorang wanita kesepian atau tante kesepianmembutuhkan kehangatan saya, dari umur 17 sampai umur 45 tahun silahkankirim e-mail dan saya akan langsung membalas e-mail anda dan kita bisamengadakan pertemuan.

Tidak ada komentar: