Senin, 25 Agustus 2008

Teller

Dilantai dasar ditempatku bekerja terdapat sebuah Bank , aku menabungkan 
sebagian penghasilanku ke bank tersebut. Bank yang termasuk salah satu bank 
swasta terbesar di indonesia dan mempunyai karyawati yang cantik-cantik, seksi dan 
muda belia. Salah satu teller bank itu kenal baik dengan aku karena setiap 
penyetoran dan pengambilan uang dalam tabunganku melalui dia, yang bernama 
Yufi.  
Yufi orang pribumi, sekal dan kalau boleh dibilang susunya melebihi ukuran normal, 
rambutnya hampir sepinggang, kulitnya putih, hidungnya mancung dan wajahnya 
bebas jerawat. Sering aku melontarkan canda yang dibalas canda pula oleh yufi. 
Muncul dalam benak pikiranku untuk menggaet teler tersebut, karena pengalamanku 
menggaet wanita cukup lumayan. Suatu hari kuajak yufi untuk makan siang bareng 
tepat pada waktu istirahat kantorku, tapi ditolaknya karena jam istirahatnya 
setengah jam lebih lambat dariku dikarenakan dikantornya bergantian. 
 
Aku terpaksa mengikuti istirahat jam kantornya dia, dengan alasan masih banyak 
pekerjaan yang harus diselesaikan bila ahung atau nirmala mengajak makan siang. 
 
Dua hari kemudian yufi kuhubungi untuk mengajak makan siang bersama dan 
ternyata disetujui olehnya. Gotcha .... gumamku. Aku makan siang bersama yufi 
dibilangan harmoni, happy day... aku yang traktir yuf... kataku.Benar nich.... ya 
benar.... kataku. Sambil makan siang kami cerita pengalaman kami masing-masing. 
Setelah makan siang kami menuju kantor kami masing-masing. Sorenya aku merayu 
lagi untuk mengantar pulang, soalnya pengin tahu tempat kosnya dia yang katanya 
dibilangan tomang mandala dan dia menyetujui ajakanku tersebut.  
 
Jam lima sore kami berangkat dari kantor untuk menuju kerumah kos, tapi aku 
mengajaknya jalan-jalan kesogo dulu dan sekalian makan malam. Setuju lagi kata 
yang keluar dari mulutnya yang mungil. Di Sogo, dia menuju counter pakaian dalam 
wanita. Karena tidak enak, aku hanya melihatnya dari jauh. Kelihatannya dia 
membeli beberapa set pakaian dalam yaitu celana dalam dan bra. Yufi membeli 
pakaian dalam yang sangat seksi dan berenda-renda. Jam enam lima belas perutku 
mulai tidak bisa diajak kompromi karena sudah saatnya diisi dan kuputuskan untuk 
makan malam bersama yufi lagi. 
 
Setelah makan malam aku langsung mengantarkan yufi ketempat kosnya yang 
ramai dengan penghuninya yang ternyata wanita semua dan kamar tersebut terpisah 
dari rumah induknya, jadi agak longgar sedikit jika menerima tamu karena 
umumnya semua sudah bekerja. Kamarnya berukuran kira-kira 4 x 4 m tersebut 
ditata rapi oleh penghuninya dan didepannya terdapat kursi tamu. Kuarahkan 
pantatku dikursi tamu dan kuambil rokok dari saku,kunyalakan... ssshh.... 
hhhuuuuu.... asap keluar dari mulutku. "Mau minum apa gung...." sapa yufi, apa 
saja deh.... kataku air putih juga boleh.... segelas air putih keluar bersamaan 
keluarnya yufi yang sudah berganti pakaian daster tipis, tapi yufi masih mengenakan 
pakaian dalam meski tubuhnya terlihat secara samar. Selama dua jam aku duduk 
diruang tamu untuk ngobrol dengan yufi, kadang-kadang aku goda dia. "Yuf, udah 
dipake blom pakaian dalam yang kamu beli tadi?" godaku. Yufi tersipu-sipu. 
"Belum", jawabnya. "Emang mau dipake dimana sih", godaku lagi. "Nggak tau ah", 
jawab Yufi. "Pokoknya aku pengen liat kamu make, abis itu baru aku polosin", 
candaku. "Iiiiihh....malu ah gung" jawab yufi, wajahnya memerah. 
 
Sering-sering mampir sini ya gung.... kaatanya memberi tanda lampu hijau buat 
aku, hhhmmm... hhhmmm... kataku. Tiga hari berturut-turut aku mengantar yufi 
pulang. 
 
Hari keempat jam tujuh malam kami sudah sampai ditempat kos yufi, seperti 
biasanya dia masuk dan menyuguhkan minuman buat aku, demikian juga aku 
seperti biasanya duduk menunggu. Tapi kali ini lain aku menunggu yufi didepan 
pintu, tepat dia keluar dari kamar dan membawa minum aku tubruk dia dan air 
dalam gelas tumpah kena baju aku dan baju dasternya dia. OOhhh... sory kataku.. 

dia bilang.. wah maaf, 'nggak sengaja sambil membersihkan bajuku dari air. 
Kupegang tangannya yang lembut lalu kucium dia pada saat dia heran tanggannya 
dipergang dan cruup.... merah padam mukanya.... tapi aku memegang bahunya dan 
kuteruskan mencium bibirnya yang masih terkatup. Kudorong masuk kamar dan 
kududukan dibibir tempat tidur sambil bibirnya masih kurapatkan dengan diriku, 
tangannya mulai merayap ketanganku yang penuh dengan bulu, bibirnya mulai 
dibuka secara perlahan sambil menutup matanya secara perlahan pula. 
OOOgghhhh....... ooohh....... kumainkan lidahku didalam langit-langit mulutnya 
dan.... geli... katanya..... kini tangankupun mulai beraksi yang kiri memegang leher 
dan kanan meraba buah dadanya yang masih terbungkus daster dan bh. 
oooohhh...... mulai kubuka kancing bhnya yang berwarna pink lalu kuraih lagi dan 
kuraba lagi buah dadanya sambil bibirku terus melumat bibirnya oooohhhh..... 
gung......tanganku memainkan putingnya bagai mencari chanel radio dan yufi 
bergelinjang... aaauuuww..... sakit... katanya, rupanya aku terlalu keras memainkan 
putingnya.. akhirnya dengan perlahan kupermainkan putingnya yang ternyata 
berwarna agak kemerahan dan mulai menegang.  
 
Kuturunkan resleting dasternya agar lebih mudah menurunkan dasternya...dia 
melepaskan ciumanku dan "tutup dulu pintunya... nanti kalau ada orang kan 
malu...." katanya. Kuraih daun pintu dan kututup rapat lalu kuteruskan untuk 
membuka dasternya. Kulepas juga bh pinknya yang masih nyangkut dipundaknya 
dan ternyata teteknya besoar banget... kuserobot langsung keputingnya karena 
teteknya besar sekali... aaaahhhhh.....sambil tangannya menjambak rambutku... 
Dari puting yang kiri pindah keputing yang kanan, kuperhatikan putingnya sudah 
tegang... barulah tanganku meraba cdnya yang warnanya sama agak basah jika 
tanganku menyentuh pas memeknya... cepat-cepat kuturunkan kebawah dan 
hhhuuuiiiiihhhhh..... jembutnya juga banyak.... lebaaatttt...... kurabadan kugesek-
gesek itilnya.... memeknya mulai banjir.... dia mulai membuka pakaianku... Mulutku 
tetap pada teteknya sambil nyupang diteteknya dari yang kiri pindah ke kanan terus 
sambil itilnya kugesek terus. 
 
Agak terkejut juga dia melihat kontolku sudah mengacung keatas... dibelainya mulai 
dari kepada sampai kebiji pelerku.... ooohhhh..... ssshhhh...... hanya itu yang 
terdengar dari mulut kami berdua.Kusodorkan kontolku ke yufi, kepalanya mulai 
bergerak menuju arah kontolku dan sllleppp..... kontolku dilumat mulai dari kepala 
sampai keujung batang eeggghhhhh....... uuueeeghh... aduh... mentok nich... terus 
dia mulai melumat, menjilat dan menciumi kontolku dengan penuh nafsu dan 
lembut... uuuuhhhhh..... aku juga nggak tinggal diam jariku langsung masuk ke 
lobang memeknya yang sudah banjir... aaaahhhhh.... ssssshhhh.... itilnya 
kupermainkan pakai jempolku ssshh.... aku angkat kepalanya dan kurebahkan 
badannya serta kuangkat kedua pahanya agar lebih jelas terlihat memeknya yang 
tembam itu... lidahku mulai menjalari dari itilnya hingga lobang memeknya 
sssshhh.... hhhhmmmmm.... gung..... sekarang yuuuukkk..... ssshhh.... kuhisap 
itilnya yang sudah membesar ssshhhh.... aahhhh.... gung.... ayo dong...... 
rengeknya lagi.... tapi aku tidak menghiraukan rengekan tersebut dan terus asik 
memainkan itilnya dengan lidahku... ssshhhh... ooohh..... gung....... nggak kuat 
nich...... ssshhhh..... hhhmmmm.... aaaaacccchhhhhhhhh......... terdengan rintihan 
kecil yang agak panjang... tangannya menjenggut rambutku.... ssshhhhh..... 
rupanya yufi sudah mencapai orgasme.... sedang aku masih asik dengan lidahku 
didalam lubang memeknya yang menegang saat dia mencapai orgasme... gung..... 
ngilu nich...... katanya.. soalnya itilnya terus aku jilati...  
 
Aku angkat kedua kakinya melebar dan kutekan pahanya dengan kedua tanganku 
terlihat memeknya merekah dan bulu jembutnya tumbuh bagai semak belukar yang 
lebat... kuarahkan kontolku kememeknya dan ssshhhh...ooohhhh..... aaahhhh.... 
enak gung..... mulai menerobos liang memeknya sshhh... hhhhmmmm.... 
ooouuuuhhhh.... mulai aku gerakan maju mundur ssssshhhhh..... agak perlahan 
pertamanya lalu kupercepat dan kupercepat ssshhhh.... ssshhhhh...... bibir atasnya 
menggigit bibir bawahnya tangannya meraih tanganku.... gung..... ooohhhh.... jariku 
mulai menyentuh memeknya.... sssshhhh.... ooohhhmmm..... terus.... terus....... 
lebih cepat lagi....... sambil kepalanya bergerak kekiri dan kekanan rambutnya sudah 
tidak karuan..... ssshhh.... lima belas menit lebih aku mengocok memeknya yufi 
dengan kontolku teruss...... aaaahhhh.... yuff........ crrraatttt.... crraatttt..... 
crrraatttt...... kutekan pantatku dan tumpahlah pejuku didalam liang memeknya.... 
mulai kendur gerakannya dan akupun lemas.... ssssshhhh.... ooohhh...... kini 
tanganku meraih buah dadanya yang masih kubiarkan dan tubuhku ambruk diatas 
tubuhnya.... kaki yufi menjepit pinggulku... lalu kucium dengan mesra crruppp...... 
nikmat sekali yuf memek kamu..... kataku.. sama...... katanya. 
 
Kucabut kontolku dari liang memeknya yufi dan tubuhku bergeser kesampingnya 
yang masih posisi tidur... kuraih rokokku dan kunyalakan pluuss..... asap rokok kini 
mencemari kamarnya yufi.... Sambil cerita kapan pertama kali dia bercinta.. "waktu 
kuliah dulu.... sama cowoknya... tapi sekarang udah putus... " katanya. Terus kamu 
nggak nuntut sama dia..kataku.. "nggak lah... capek ngurusinnya..." timpalnya lagi.. 
yuf kamu cantik deh... kataku.. "Hhhhmmmm gombal... laki-laki kalo udah ada 
maunya aja..." katanya, bener... mau nggak jadi cewekku... pintaku... "aaahhh 
kamu khan sudah ada yang punya..." katanya sambil menyandarkan kepala 
dibahuku dan tangannya mengelus dadaku. Aku serius nich.... "terserah... 
tergantung nanti lanjutannya..." katanya.. Bau keringat nih yuf.. mandi yukk... 
pintaku dan kami langsung menuju kekamar mandi yang ada diruangan tersebut. 
Dikamar mandi aku ciumi dia dan kami saling menggesek-gesek dan menggosok 
badan. "Kalau kamu mau jadi cewekku kamu pindah saja ditempatku.." bisikku, 
"nanti orang tua kamu gimana..." bisiknya pula. Memang yufi selama ini belum tahu 
kalau aku tinggal sendiri ehhh.. bersama amanda.  
 
Selesai mandi kami berpakaian dan merapihkan kembali, kutengok jam tanganku... 
ternyata sembilan empat lima. Aku pamit pada yufi sambil mencium bibir, pipi dan 
keningnya... dan kuremas toketnya yang belum dibalut dengan bh. 
Daaggg.....Dirumah amanda sedang menunggu aku untuk makan malam, kami 
makan malam dengan cara kami sendiri yaitu makan bersama tanpa busana, jadi 
setelah makan bisa langsung bercinta. Dengan yufi sudah satu rit, ditambah dengan 
  amanda dua rit jadi tiga rit nih malam... tapi asyik.
 

Tidak ada komentar: