Senin, 25 Agustus 2008

Pengalaman bercinta dengan Hair Dresser

Hallo, glad to meet you to share my love experience again. 
 
Sekarang, gua akan share salah satu pengalaman sex gua yg boleh dibilang salah 
satu yg paling nasty. OK let's get rolling..... Gua orang-nya cukup modist, cukup 
memperhatikan diri gua dan penampilan gua didepan umum. Sebulam sekali, gua 
potong rambut, untuk menjaga penampilan gua agar tetap kelihatan macho dan 
ganteng.  
 
Nah, gua berlangganan dengan salah satu salon di kota gue tinggal. Dan juga gua 
tetap memakai hair dresser yg sama orangnya. Nama dia sebut saja Liz. Saking 
seringnya gua ke salon, maka hubungan gua dengan dia semakin minggu menjadi 
semakin akrab. Meskipun kita belum pernah nge-date, tapi hubungan kita berdua 
boleh dibilang cukup intim. Dan dia pun tidak segan2 untuk memeluk gua tiap kali 
gua datang ke salon tsb. 
 
Pada suatu sore, sekitar jam 5:30an, gua telp dia membuat appointment potong 
rambut untuk besok siang. Ternyata dia tidak ada waktu besok dan juga lusa-nya. 
Dia booked sampai 3 hari. Karena rambut gua udah berantakan, gua pengen rambut 
gua keliatan rapi secepatnya. Akhirnya, karena dia juga sedang sibuk pas gua telp, 
dia menyuruh gua dateng ke salon sekitar jam 8PM.  
 
Tak terasa sudah jam 7:30, dan gue pun bersiap2 untuk berangkat ke salon. Sambil 
memanaskan Range Rover jeep gue, gua telp dia lagi, untuk memastikan bahwa gua 
akan dateng sedikit telat. Sesampainya gua disono, dia masih memotong rambut 
customer terakhir dia. Dan gua menunggu sambil duduk2. Ini sedikit info mengenai 
hair dresser gua yg bernama Liz. Dia umur 23, bule, rambutnya pendek dicat 
berwarna putih, dan dia tingginya sekitar 5'3" (sekitar 158cm).  
 
Tak lama setelah customer terakhir selesai, dia mendekati gue lagi. Seperti biasa, 
dia mulai meraba2 rambut gue dengan jari2 tangannya yg penuh dengan cincin. 
Dia bilang, "Im so sorry I'm all booked 'till Thursday, honey". "What do you have in 
mind today for your hair ?" "As usual, short on both sides and on the back too", gua 
bilang. 
 
Akhirnya OK, setelah dikeramas, dia mulai potong rambut gua, dan kita mulai 
bercerita2 tentang segala macem, mulai dari sekolah, movies, etc. Pas dia 
memotong rambut gue, pahanya dia bersentuh dengan tangan gua beberapa kali. 
Gua mulai berpikir, oohh betapa nikmatnya, cuma sehelai blue jeans dia yg 
menghalangi tangan gua dari paha dia yg mulus itu. Sampai akhirnya pas dia sedang 
memotong poni gue, dada dia berada pas didepan batang hidung gue. Pelan2, gua 
menghisap napas dalam2 untukmecoba menghirup "oxygen" dari dada dia. Ohh 
yeeeeaaahh.....cuma dua helai kain yg "menghalangi" muka gue dengan dada dia. 
 
Then, seperti sambaran petir, dia bertanya,"what do you think of 'em ?" Huh ? gua 
bingung. Seperti orang bloon gua megap2, bertanya,"What was it, Liz ?" "What do 
you think of them?" Gue masih bingung, karena shock. Meskipun gua sebenernya 
tahu, tapi gua malu engga tahu harus menjawab apa, karena ditanya begitu dengan 
tiba2. 
 
Lantas gua bertanya ke dia, "Are you referring to your boobs?" 
(boops=toket(slang)). "Yeah, you got that right", dia bilang. Hmmm......I think they 
are pretty nice, gua jawab. 
Sementara disalon tsb, tidak ada orang lain, selain kita berdua. Lalu dia bilang, "Go 
ahead, touch 'em, Im almost done with your hair, so you wont bother me,"Liz 
replied. Wowwww.....gua bisa ngentot dengan bule juga nih, ide gila gue bilang. 
Lantas gua bilang,"hmmm...can I see them, Liz ?", "Yeah, why not ?" she said. 
"Why don't we go to the tanning room, gua bilang ke dia" 
Lantas kita berada di tanning room, tanpa banyak cingcong, gue peluk dia dari 
belakang. Meraba2 toketnya dan gua ciumin leher danpipi dia. Akhirnya dia berputar 
dan kita ber-french kiss. Manis juga bibirnya dia, gua pikir. Karena dia kecil 
orangnya, gua angkat dan kakinya dia melingkari pinggang gua, sambil kita terus 
berciuman lidah ke lidah, dan bibir ke bibir. 
 
Akhirnya, kita sempat berhenti untuk beberapa saat, karena ada telp. Sialan gua 
pikir, lagi enak2 ada yg telp. Pas gua lagi mununggu, gua merokok sebentar..engga 
berapa lama kemudia, Liz masuk ke tanning room. Dan dia bilang,"Let's continue 
what we left off". OK Im ready for you, Liz. Pas gue mau buang rokok gua, dia 
bilang, gimme your ciggarette to me, I feel I need a smoke for awhile. Engga lama 
kemudian, dia tanya gua, kalau gua pernah coba marijuana (cimeng). 
 
Gua pikir, ah cimeng sih hobby gue.Dan gua bilang, yes you bet I do. Do you ? dia 
bilang, yeah I have 1 joint (1 linting) to share with you now. Setelah nyimeng dan 
lumayan HIGH, kita terusin berciuman lidah ke lidah. Tak terasa si Liz udah bugil, 
keliatan bulu nya dia berwarna coklat ke merah2an. 
 
OOhhhhhh gue tambah mabok ngeliatnya.Gua jilatin dadanya, putingnya gue gigit 
pelan2, sampe menjadi keras. Terus turun kebawah, keperutnya enak banget. 
Akhirnya, lidah gua sampe ke memeknya dia...ternyata seperti difilm2 bokep, 
memek bule itu bagus, merah mudah, pink warnanya. Gua jilatin dengan gaharnya. 
Naik turun, keluar masuk memek dia, gue sedot sampe cairan putih2nya keluar dan 
gua telen. Terasa asin2 kecutnya tapi nikmat sekali !!! Dan dia juga mulai ciumin titit 
gue yg sudah berdiri tegak. Dia main2in dibibirnya dan, sampai akhirnya dia hisap 
sampe dalam sekali. Gua ngerasa kalau kontol gue itu udah masuk dalem banget ke 
mulut dia, sampe mungkin udah masuk setengah tenggorokan dia. Gua udah engga 
tahan pengen muncratt, tapi karena gua pengen muncratnya di memek dia, lantas 
gua mulai berpikir tentang sekolah, tentang segala sesuatu yg bikin gue engga jadi 
muncrat. 
 
Setelah puas, dia nungging, kita berdua ngentot gaya doggie style. Sementara gua 
ngentot, gue remas2 toket dia dari belakang. Nikmatnya bukan main. Yang bikin gua 
tambah horny itu, suara nya dia. Berdesah2 lumayan kencang, mungkin sebagian 
besar dari cewe2 indo tidak pernah begini kalau lagi ngentot ya. Untuk beberapa 
saat, kita berdua berganti style, sekarang gaya missionary. Dia dibawah, gua 
diatas...ini ngentot style yg bikin gua cepet banget keluar spermnya.  
 
Sekalian ngentot, bisa sebari ngeliatin toket dan muka dia yg sexy dan rambutnya 
yg blonde. Karena gua engga mau cepat2 muncrat, gua angkat kaki dia, gua buka 
high heelnya dan stockingnya sebari gua tetap goyang2 ngentotin dia. Dia pun 
sepertinya tidak cape2, tetap berdesah2. Sesudah stockingnya mulai terbuka, gua 
mulai ciumin paha dia, gua jilatin dan gua cupang, sampe jadi merah2.  
 
Karena gua bener2 udah engga tahan, akhirnya gua mulai turunin muka gue 
kebagian dada dia, tadinya gua mau jilatin puting toketnya, tapi dia menarik muka 
gua ke mukanya. Dia orgasm pas lagi ciumin mulut gua...terasa keluar seperti 
cairan2 hanget dari memek nya yg pink itu. Gua juga udah bener2 engga tahan, dan 
akhirnya memuncratkan cairan sperma. 
 
Karena gua lagi high cimeng, ejaculation gue bener2 nikmat banget. A TRILLION 
TIME MORE INTENSE !! Gue menjerit2 nikmat dan linu2 dikontol gue pas lagi 
muncrat. Gua udah engga konsen lagi untuk ciumin bibirnya dia, akhirnya gua jilatin 
mulutnya dia. Dan dia pun membalas keluarin lidahnya untuk gua masukin ke mulut 
gua, dan gua hisap lidahnya.  
Sewaktu gua mau menarik keluar kontol gua, dia melarang jangan. Karenadia masih 
merasakan sedikit rasa nikmat. Dan gua pun membiarkan kontol gua didalam 
memek dia. Sesudah kurang lebih 5 menit, gua cabut keluar, linu sekali tapi nikmat 
pas kontol gua keluar pelan2 dari memeknya yg udah bener2 basah. Mungkin dia 
orgasm berkali2, karena gua liat memeknya dia basah dan cairan peju gua menutupi 
lubang pussynya yg pink itu.  
 
Engga lama kemudian dia ke bathroom mau pipis katanya. Pas dia balik, dia 
langsung membuka lebar2 kakinya, kelihatan lagi selangkangan dia masih merah. 
Dan gua pelan2 mendekatinya, gua cium2 sebentar dan gua jilatin. Asin rasanya 
sekarang, bekas peju gua dan cairan orgasm dia masih ada sedikit kali. Lubang 
pantatnya gua lihat pink juga warnanya, dan bersih. Karena gua masih pengen jilatin 
dia, lalu gua jilatin juga lubang pantatnya. Sampe dianya teriak aaaahhhh sekali. Tak 
terasa sudah jam 10 lagi. Dan dia mesti membereskan cashier untuk diberikan di 
manager salon tsb besok. Selagi menunggu dia hitung2 semua bill dan duit, gua 
masih iseng untuk pegang2 toket dan menciumi bibir dia, sementara dia hanya 
senyum2. Jam 11 dia beres dan gua anterin dia ke tempat parkir, dan gua pulang ke 
apt gua.  
 
Sampai sekarang kita berdua masih berhubungan intim dan udah 3 kali date keluar. 
Sewaktu2 kita berdua masih bercanda mengenai malam itu pas kita have sex di 
salon. Dia pernah bilang ke gua, kalau misalnya dia ketahuan having sex di tanning 
room, dia bisa kena pecat sama bossnya. Hehehehe..untungnya saja tidak pernah 
ada yg tahu, selain kita berdua. Lain kali gua akan cerita2 kalau gua punya 
  pengalaman having sex yg sangat menarik untuk dibaca.

Tidak ada komentar: